top of page
Search

Simulasi Biaya Bensin vs Listrik Mobil 2026: ICE, Hybrid, PHEV & EV, Mana Paling Hemat?

Aug 31
7 min read
Mobil listrik sedang mengisi daya di home charger carport rumah pada senja hari

Semakin banyak pilihan mobil di Indonesia — bensin murni, hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), sampai mobil listrik penuh (EV) — membuat banyak calon pembeli bingung menghitung mana yang benar-benar hemat di kantong. Masalahnya, harga BBM naik-turun hampir tiap bulan, sementara tarif listrik PLN dan promo untuk pemilik mobil listrik juga terus berubah. Artikel ini menyajikan simulasi biaya per kilometer dan per bulan untuk keempat jenis mobil tersebut, menggunakan harga BBM dan tarif listrik PLN yang berlaku per akhir Agustus 2026, supaya Anda punya gambaran nyata sebelum memutuskan.


Kenali Dulu Bedanya ICE, HEV, PHEV, dan EV

Sebelum masuk ke angka, penting menyamakan pemahaman soal empat jenis mobil ini karena cara hitung biayanya berbeda:

  • ICE (Internal Combustion Engine) — mobil bensin/diesel konvensional. Seratus persen mengandalkan BBM.

  • HEV (Hybrid Electric Vehicle) — punya motor listrik kecil yang diisi dari pengereman regeneratif, bukan dari colokan listrik. Tetap 100% mengandalkan BBM untuk energinya, motor listrik hanya membantu efisiensi. Contoh: Toyota Corolla Cross Hybrid, Kijang Innova Zenix Hybrid.

  • PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) — punya baterai lebih besar yang bisa diisi dari colokan listrik rumah, dan bisa melaju murni pakai listrik untuk jarak tertentu sebelum mesin bensin ambil alih. Contoh: Mitsubishi Outlander PHEV, BYD M6 DM, Wuling Eksion PHEV.

  • EV/BEV (Battery Electric Vehicle) — murni listrik, tanpa mesin bensin sama sekali.

Karena PHEV dan EV mengisi daya dari listrik rumah, biaya jalannya sangat tergantung tarif listrik PLN yang Anda pakai — bukan cuma harga BBM. Untuk soal klaim jarak tempuh EV yang sering membingungkan (NEDC vs WLTP), Anda bisa baca pembahasan lengkapnya di artikel kami sebelumnya.


Harga BBM & Tarif Listrik PLN Terbaru (Agustus 2026)

Berikut acuan harga yang dipakai dalam simulasi ini, berlaku untuk wilayah Jabodetabek dan sebagian besar Jawa per akhir Agustus 2026 — harga BBM nonsubsidi bisa berbeda di wilayah lain karena PBBKB daerah.


Harga BBM Pertamina:

Jenis BBM

Harga per Liter

Pertalite (BBM penugasan/subsidi)

Rp10.000

Pertamax

Rp15.950

Pertamax Green 95

Rp16.600

Pertamax Turbo

Rp18.300–19.100

Perlu dicatat, Pertalite adalah BBM penugasan dengan harga yang diatur pemerintah — akses dan kelayakan pembelian bisa berbeda tergantung kebijakan yang berlaku, jadi jangan jadikan angka ini sebagai pembanding universal tanpa mengecek ketentuan terkini.


Tarif Listrik PLN (berlaku Juli–September 2026, tidak naik):

Golongan

Tarif per kWh

R-1/TR 900 VA (RTM)

Rp1.352

R-1/TR 1.300–2.200 VA

Rp1.444,70

R-2 (3.500–5.500 VA) & R-3 (6.600 VA ke atas)

Rp1.699,53


Satu hal penting soal promo: skema Home Charging Services (HCS) 2.0 dari PLN — yang sebelumnya memberi diskon biaya penyambungan/tambah daya hingga 50% serta diskon tarif charging malam 30% (22.00–05.00) — berakhir pada 30 Juni 2026. Promo PLN setelah periode tersebut dapat berubah menurut waktu, wilayah, dan program yang berlaku. Karena itu, cek PLN Mobile atau kanal resmi PLN untuk status terbaru sebelum memasukkan diskon apa pun ke perhitungan Anda. Simulasi di artikel ini tidak memasukkan diskon promo apa pun — murni tarif reguler.


Simulasi Biaya per Kilometer: ICE vs HEV vs PHEV vs EV

Berikut skenario konsumsi ilustratif untuk penggunaan campuran kota dan jalan bebas hambatan. Angka ini bukan klaim pabrikan maupun rata-rata resmi yang berlaku untuk seluruh model — gunakan konsumsi aktual kendaraan yang Anda incar untuk simulasi yang lebih presisi.


Jenis Mobil

Asumsi Konsumsi

Biaya per Km

ICE bensin (city car, Pertalite)

~15 km/liter

~Rp670

ICE bensin (sedan/SUV, Pertamax)

~12 km/liter

~Rp1.330

HEV (Pertalite, kombinasi harian)

~17 km/liter

~Rp590

HEV (Pertamax, kombinasi harian)

~17 km/liter

~Rp940

PHEV — mode listrik (charging rumah, tarif R-1)

~15 kWh/100 km

~Rp217

PHEV — mode hybrid (baterai habis)

~15 km/liter

~Rp670–1.060

EV city car (charging rumah, tarif R-1)

~12–14 kWh/100 km

~Rp170–200

EV SUV (charging rumah, tarif R-2/R-3)

~15–17 kWh/100 km

~Rp255–290

EV — charging di SPKLU umum

tarif dasar Rp2.466–2.475/kWh

~Rp296–421


Untuk SPKLU, tarif dasar di atas bersifat flat siang-malam. Fast charging dan ultra-fast charging dikenakan biaya layanan tambahan per sesi (masing-masing maksimal Rp25.000 dan Rp57.000 sesuai Kepmen ESDM No. 182.K/TL.04/MEM.S/2023) — bukan tarif per kWh yang lebih tinggi. Biaya efektif per km jadinya tergantung berapa kWh yang masuk dalam satu sesi pengisian.


Polanya cukup jelas: dalam kondisi tarif normal, charging di rumah umumnya lebih murah per kWh dibanding SPKLU umum, dan EV/PHEV mode listrik jauh di bawah biaya bensin apa pun. Bahkan charging di SPKLU (termasuk biaya layanan sesi cepat) masih kompetitif dibanding Pertamax. Namun biaya efektif SPKLU juga dipengaruhi jenis charger, biaya layanan per sesi, dan total kWh yang diisi — jadi kata "selalu" di sini perlu dilihat sebagai kondisi umum, bukan mutlak.


Simulasi Biaya Bulanan: Komuter 30 Km/Hari

Untuk gambaran lebih konkret, berikut simulasi biaya energi bulanan untuk pola pemakaian umum: 30 km/hari, 30 hari (900 km/bulan). Angka PHEV mengasumsikan 80% jarak harian ditempuh dalam mode listrik (charging rutin tiap malam) dan sisanya mode hybrid.


Jenis Mobil

Biaya/Bulan (estimasi)

Biaya/Tahun (estimasi)

ICE bensin (Pertalite, city car)

~Rp600.000

~Rp7,2 juta

HEV (Pertalite)

~Rp530.000

~Rp6,35 juta

PHEV (blended, charging rutin)

~Rp275.000

~Rp3,3 juta

EV city car (charging rumah)

~Rp156.000

~Rp1,87 juta

EV SUV (charging rumah)

~Rp245.000

~Rp2,94 juta


Cara hitung angka PHEV di atas (untuk transparansi): pada 900 km/bulan dengan asumsi 80% mode listrik dan 20% mode hybrid — mode listrik: 720 km × 15 kWh/100 km = 108 kWh × Rp1.444,70 ≈ Rp156.000; mode hybrid: 180 km ÷ 15 km/liter × Rp10.000 = Rp120.000. Totalnya sekitar Rp276.000/bulan, dengan asumsi tarif R-1 1.300–2.200 VA dan Pertalite untuk mode hybrid.


Dibanding skenario ICE Pertalite 15 km/liter, EV dengan konsumsi 12–14 kWh/100 km yang diisi di rumah pada tarif R-1 1.300–2.200 VA dapat menghemat sekitar Rp5,0–5,3 juta per tahun untuk jarak 900 km/bulan — murni dari sisi biaya energi, belum termasuk servis, dan belum memperhitungkan rugi-rugi pengisian baterai (charging loss, umumnya berkisar 8–12% tergantung charger) yang dapat sedikit menaikkan angka konsumsi listrik aktual di meteran rumah.


Faktor yang Bisa Mengubah Hasil Simulasi Ini

Angka di atas adalah estimasi indikatif, bukan angka pasti untuk semua model dan semua orang. Beberapa hal yang bisa menggeser hasilnya cukup signifikan:

  • Gaya berkendara dan kondisi jalan — macet stop-and-go, sering tol kecepatan tinggi, AC menyala terus, dan muatan penumpang semuanya memengaruhi konsumsi energi baik BBM maupun listrik.

  • Lokasi charging — charging di rumah umumnya lebih murah dibanding SPKLU umum atau fast charging DC, terutama untuk EV dan PHEV, meski biaya efektif SPKLU juga dipengaruhi jenis charger dan biaya layanan per sesi.

  • Harga BBM dan tarif listrik berubah berkala — harga BBM nonsubsidi disesuaikan bulanan, sementara tarif listrik nonsubsidi (tariff adjustment) ditetapkan per triwulan oleh pemerintah/PLN dan bisa berubah atau tetap tergantung evaluasi indikator ekonomi makro tiap periode. Simulasi ini adalah potret per akhir Agustus 2026, bukan angka tetap selamanya.

  • Simulasi ini hanya menghitung biaya energi — belum termasuk harga beli kendaraan (PHEV dan EV umumnya masih lebih mahal di harga awal dibanding ICE sekelas), biaya servis, asuransi, pajak tahunan, atau depresiasi. Untuk perhitungan ROI kepemilikan yang lengkap, faktor-faktor ini perlu dihitung terpisah sesuai model spesifik yang Anda incar.


Instalasi Charging di Rumah: Jangan Lupa Sisi Kelistrikannya

Baik untuk PHEV maupun EV, penghematan biaya energi di atas hanya bisa dinikmati maksimal kalau instalasi charging di rumah aman dan sesuai kapasitas. Beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan kabel tembaga SNI dari MASKO Electrical (NYY, NYM, NYA, NYAF, NYMHY hingga 4 mm²) untuk jalur khusus charger. Namun ukuran kabel yang tepat tidak bisa ditentukan hanya dari luas penampang — arus charger, metode pemasangan, panjang jalur, suhu lingkungan, pengelompokan kabel dalam satu conduit, dan batas jatuh tegangan semuanya memengaruhi ukuran akhir yang aman.

  • Pasang RCD/RCBO terpisah khusus jalur EV charger, jangan digabung dengan sirkuit rumah lainnya — pastikan jenis proteksinya kompatibel dengan karakteristik arus dari EVSE/charger (beberapa EVSE memerlukan RCD tipe khusus terkait potensi arus bocor DC). Pembumian yang benar dan proteksi surja (SPD) juga perlu dipertimbangkan sesuai kondisi instalasi.

  • Untuk kebutuhan daya besar seperti wall charger 7 kW atau terutama 11 kW 3-phase, cek dulu apakah golongan listrik rumah Anda cukup, dan gunakan desain serta pemasangan oleh instalatir listrik berkompeten — untuk kebutuhan kabel di luar rentang 4 mm² pada instalasi skala besar, sebaiknya konsultasi dengan kontraktor listrik industri.

  • Lindungi jalur kabel outdoor (dari panel ke titik charger di carport) dengan conduit PVC dan cable duct dari NISO Electric agar tahan cuaca dan gigitan hewan pengerat.


Poin-poin di atas adalah prinsip dasar, bukan spesifikasi teknis lengkap — desain instalasi charging tetap perlu disesuaikan dengan kondisi rumah dan kendaraan spesifik Anda oleh teknisi bersertifikat. Pembahasan lebih detail soal biaya dan komponen instalasi bisa Anda baca di panduan lengkap pasang home charger kami, dan untuk checklist perangkat pendukungnya, NISO Electric juga punya panduan lengkap dari MCB sampai ducting kabel.


FAQ

Apakah PHEV boleh diisi Pertalite? Kebutuhan oktan ditentukan oleh desain dan kalibrasi mesin tiap model, bukan oleh jenis penggeraknya (hybrid/PHEV) secara umum. Ikuti angka RON minimum yang tercantum di buku manual dan informasi resmi pabrikan untuk varian kendaraan Anda — jangan menyamaratakan antar merek/model.


Apakah simulasi ini sudah termasuk biaya servis dan perawatan? Belum. Artikel ini murni menghitung biaya energi (BBM/listrik) per km dan per bulan, dan belum memasukkan potensi rugi pengisian baterai atau biaya layanan SPKLU per sesi ke setiap angka. Biaya servis EV/PHEV cenderung lebih rendah dibanding ICE karena komponen bergerak lebih sedikit, tapi ini di luar cakupan simulasi ini.


Charging di rumah atau di SPKLU, mana lebih hemat? Dalam kondisi tarif normal, charging di rumah umumnya lebih murah per kWh dibanding SPKLU umum, karena memakai tarif listrik reguler PLN (Rp1.352–1.699,53/kWh) dibanding tarif dasar SPKLU (Rp2.466–2.475/kWh plus kemungkinan biaya layanan sesi untuk fast/ultra-fast charging). SPKLU lebih cocok untuk kondisi darurat atau perjalanan jauh, bukan charging harian.


Apakah promo diskon listrik untuk mobil listrik masih berlaku? Skema promo PLN untuk EV charging berubah-ubah dan sering terbatas periode/wilayah tertentu. Selalu cek status terbaru di aplikasi PLN Mobile sebelum mengandalkan promo dalam perhitungan Anda.

Artikel ini bersifat edukatif dan merupakan simulasi indikatif berdasarkan harga BBM dan tarif listrik PLN yang berlaku per akhir Agustus 2026 untuk wilayah Jabodetabek/Jawa. Harga BBM nonsubsidi dan tarif listrik dapat berbeda per wilayah dan berubah sewaktu-waktu — selalu cek harga terkini sebelum mengambil keputusan finansial. Angka konsumsi kendaraan adalah skenario ilustratif yang dapat bervariasi tergantung model, gaya berkendara, dan kondisi jalan — bukan klaim pabrikan atau rata-rata resmi.


Catatan metodologi: seluruh biaya dihitung dari harga energi dibagi efisiensi kendaraan (biaya bensin per km = harga per liter ÷ km per liter; biaya listrik per km = tarif per kWh × konsumsi kWh per 100 km ÷ 100). Tarif rumah menggunakan golongan pelanggan yang disebutkan di tabel dan belum memasukkan potensi rugi pengisian baterai, biaya layanan SPKLU per sesi, maupun promo apa pun.


Butuh material instalasi untuk charging PHEV atau EV di rumah Anda? Masko Electrical menyediakan kabel listrik SNI, MCB, dan panel box berkualitas. Cek kebutuhan ukuran kabel Anda lewat kalkulator kabel Masko, atau hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan instalasi charging rumah Anda.

 
 
bottom of page